A/Prof Fong Yoke Fai

MBBS (S’pore), MMed (O&G S’pore), MRCOG (UK),

FRANZCOG (Aust/NZ), FAMS

Spesialis Obstetri dan Ginekologi

Biografi

Lokasi Klinik

290 Orchard Road #16-07/08
(Lobby F)
Singapore 238859

Mt Elizabeth Novena Specialist Centre
38 Irrawaddy Road #05-21/22
Singapore 329563

A/Prof Fong adalah Associate Professor di National University of Singapore dan kepala dari bagian ginekologi untuk tumor jinak di NUH selama hampir 10 tahun sebelum ia membuka prakteknya sendiri. Ia adalah Presiden dari Organisasi Obstetri dan Ginekologi Singapura (Obstetrics and Gynaecological Society of Singapore) dari tahun 2011-2013 dan Pemimpin dari Federasi Asia dan Oceania untuk Obstetri dan Ginekologi – dalam komite Ginekologi Endoskopi dari tahun 2011-2015.

Ia menjadi Presiden dalam kongres Endometrosis dan kelainan uterin ke 3 pada tahun 2017, dan saat ini termasuk sebagain salah satu dewan dalam The Asian Society of Endometriosis dan Adenomyosis.

Sejak 2004, A/Prof Fong telah menjadi dokter bedah utama dalam bedah laparoskopi di NUH. Di masa kepemimpinannya, banyak hal baru yang dilakukan secara regional. Dalam 2008, ia melakukan bedah robotic pertama di NUH dan tim nya kemudian melakukan bedah kanker ginekologi secara robotik yang pertama secara regional. Pada tahun 2009, A/Prof Fong adalah orang pertama (secara regional) yang melakukan bedah laparoskopi dengan 1 lubang dan juga yang pertama melakukan bedah 1 lubang multidiscipline di regional. Pada tahun 2014, A/Prof Fong memimpin tim untuk melakukan transplantasi jaringan ovarium kembali ke pasien yang mengalami gagal ovarium. Pasien kemudian dapat mengandung secara normal dari jaringan ovarium yang di implant padanya.

Selama masa kerjanya, ia berusaha keras untuk memberikan hasil klinis yang lebih baik bagi para wanita dan memberikan lebih banyak pilihan bagi pasien – pasiennya. Ia mendirikan konsep Endometriosis Centre yang melayani kasus-kasus endomtriosis rumit dan sakit pelvis yang kronis, menggabungkan bidang urologi, kolorektal dan pain management serta mempertimbangkan kondisi emosional para wanita yang mengalami endometriosis. Ia juga menggalakan kampanye kesadaran tentang endometrosis pada tahun 2012, suatu kegiatan tahunan yang membekali wanita dengan pengetahuan, informasi dan pilihan tindakan medis untuk melawan endometrosis. Kemudian, ia juga memulai penelitian dalam bilang fibroid di rahim dan secara khusus peduli tentang bagaimana menjaga ovarium wanita pada saat operasi.