Singapore Medical Group 5 Makanan yang Harus Dihindari Menurut Ahli Jantung | Singapore Medical Group
Find a Doctor:
ALL
DOCTORS
INTERNATIONAL
PATIENTS
HEALTH
SCREENING
5 Makanan yang Harus Dihindari Menurut Ahli Jantung

Dr Ramasami Nandakumar memberitahu kita makanan apa saja yang tidak boleh dimakan demi kesehatan jantung

Tahukah Anda bahwa penyakit jantung adalah penyebab utama kematian di A.S? Dan hampir 1 dari 3 kematian di Singapura, disebabkan oleh penyakit jantung atau stroke. 1 Kita semua membaca tentang mana yang sehat dan mana yang tidak, tetapi terkadang tipuan pemasaran, label dan pendapat yang ada membuat kita memakan makanan yang sebenarnya bisa membahayakan tubuh kita. Kami berbicara dengan Kardiologis Senior, Dr Ramasami Nandakumar tentang makanan yang paling tidak sehat untuk jantung dan apa yang harus dimakan. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut.

1. Makanan Tinggi Garam

Dr Ramasami Nandakumar memberitahu kita makanan apa saja yang tidak boleh dimakan demi kesehatan jantung

Anda sudah tahu makanan seperti gorengan atau keripik banyak mengandung garam, tapi Anda harus sadar seberapa banyak makanan tersebut menaikkan tekanan darah, membuat Anda rentan terhadap penyakit jantung. Dr Nandakumar mengatakan “Keripik sarat dengan lemak jenuh dan garam, dan keduanya sangat buruk bagi jantung Anda. Ada juga beberapa makanan yang hampir tidak kita kira mengandung garam yang tinggi. Sup instan, sayuran kaleng, saus siap pakai adalah beberapa penyebab terburuk. Solusinya terletak pada membaca label dan memakan makanan segar – lebih banyak bekerja di dapur, tapi sangat berharga! Seperti yang selalu saya katakan – menjadi pintarlah. Jadilah Pintar membaca Label. “

2. Daging Yang Diawetkan

Jika Anda telah menonton What the Health di Netflix Anda sudah tahu kemana arah lanjutan artikel ini! Sosis dan daging beku yang kita makan sarat dengan nitrat dan garam. Nitrat dapat meningkatkan risiko kanker dan garam diketahui sebagai penyumbang hipertensi dan penyakit jantung. “Anda dapat mengonsumsi hot dog atau hamburger sesekali. Bila Anda makan sekitar 50 gram daging olahan setiap hari yang setara dengan satu hot dog atau 4 potong bacon, risiko terkena kanker kolorektal meningkat sebesar 18%. Hindari daging merah dan daging olahan dan konsumsi unggas tanpa kulit, daging tanpa lemak, ikan berminyak, kacang-kacangan dan kacang lentil untuk mengisi protein Anda ” 2 tambah Dr Nandakumar.

3. Gula dan Bentuk Tersembunyinya

Sementara kita sering berusaha untuk tidak mengonsumsi gula dalam bentuk coklat dan permen, ada terdapat banyak gula diminuman soda yang sedang Anda minum juga. Dr Nandakumar menjelaskan “Sementara ada banyak makanan yang jelas seperti kue kering, nasi putih dan saus manis, sereal sarapan dan jus buah juga banyak mengandung gula. Kita semua menyukai sekaleng soda atau minuman ringan dengan makanan kita, tapi itu bisa mengandung sekitar 10 atau 11 sendok teh gula yang melebihi dari rekomendasi AHA untuk konsumsi gula (6 sendok teh untuk wanita dan 9 untuk pria). 3 Cobalah memasukkan keseluruhan biji-bijian utuh dan serat dalam makanan Anda dan ketahuilah makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi. Anda mungkin sudah pernah mendengarnya sebelumnya, tapi sadarlah akan ukuran porsi, baca label dan makan camilan buah atau kacang saat muncul keinginan untuk makan gula. Dan ya, pikirkan lagi sebelum Anda membukam sekaleng soda itu. “

4. Gorengan

Menyukai seember ayam goreng? Jantung mendesak Anda untuk berhenti memakannya bersama dengan samosa, kentang goreng dan cumi ala pub. “Katakan tidak pada kentang goreng” kata Dr Nandakumar. “Karbohidrat bisa menaikkan kadar gula Anda dan menambahkan lemak dan garam tidak membantu jantung Anda. Pertimbangkan makanan ringan sehat seperti kacang atau biji tapi jika Anda benar-benar mendambakan gorengan maka memanggang menjadi masuk akal. Metode konsumsi dan persiapan yang moderat adalah kunci untuk menjaga diet bergizi seimbang “

5. Kopi Campur

Mengucapkan selamat tinggal pada secangkir kopi regular di kedai kopi terdengar terlalu kasar, bahkan kejam. Dr Nandakumar memahami “Sebagian besar pasien saya benci harus berhenti meminum kopi reguler mereka. Tetapi bahkan jika Anda tidak memakai krim, sirup, gula dan topping lainnya dapat meningkatkan kadar glukosa darah dan BP Anda, yang artinya bencana besar untuk kesehatan jantung Anda. Saran saya adalah untuk tidak melewatkan secangkir kopi Anda sepenuhnya, minumlah hanya kopi hitam atau dengan susu dan hindari tambahan gula. Saya sebenarnya lebih memilih kopi gourmet dari sumber yang baik yaitu Ethiopia, Sumatera atau Kenya – tanpa tambahan!”

Referensi

1 http://www.myheart.org.sg/article/about-the-heart-and-heart-disease/statistics/singapore/75

https://www.cancer.org/latest-news/world-health-organization-says-processed-meat-causes-cancer.html

2 Lancet Oncology, Vol 16, no 16, 1599-1600

3 Does consuming Sugar and Artificial Sweeteners Change Taste preferences?

Bartolotto et al, Perm J 2015 Summer;19(3):81-84

Consumption of Sugar-Sweetened Beverages Among Adults With Type 2 Diabetes Sara N Bleich and Y.Claire Wang, DIABETES CARE, VOLUME 34, MARCH 2011, 551-5

Cross-sectional survey of the amount of free sugars and calories in carbonated sugar-sweetened beverages on sale in the UK

Kawther M Hashem, Feng J He, Katharine H Jenner, Graham A MacGregor BMJ Open 2016;6: e010874. doi:10.1136/bmjopen-2015- 010874

Tentang Dr Ramasami Nandakumar

Dr Ramasami Nandakumar saat ini bekerja sebagai Cardiologis Interventional Senior di Mount Elizabeth Hospital, Gleneagles Hospital dan Mount Alvernia Hospital. Ia juga merupakan Konsultan Visit Senior di Ng Teng Fong Hospital dan National University Hospital. Anda bisa menghubungi Dr Kumar di nomor +65 82616483 (juga WhatsApp) atau melalui situsnya di www.h2h.com.sg.